Showing posts with label ilmu sosial dasar. Show all posts
Showing posts with label ilmu sosial dasar. Show all posts
Manusia dan Harapan

Manusia dan Harapan

A.    Pengertian
Setiap manusia tentunya mempunyai harapan. Jika manusia tidak mempunyai harapan maka itu artinya manusia itu mati dalam hidup. Bahkan orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan karena biasanya orang yang akan meninggal akan meninggalkan pesan atau wasiat kepada sanak keluarganya.

Harapan itu sendiri tergantung pada pengalaman, pengetahuan, lingkungan hidup dan kemampuannya masing masing. Misalnya adalah seseorang yang hanya pemulung tentu tidak mempunyai harapan untuk menjadi seorang artis karena itu merupakan sesuatu harapan yang berlebihan.

Berhasil atau tidaknya sebuah harapan tergantung dari usahanya sendiri misalnya seseorang yang ingin mempunyai pekerjaan yang mapan tentunya harus terus berusaha dan rajin untuk meraih pekerjaannya tersebut. Selain itu, harapan juga harus berdasarkan kepercayaan baik kepercayaan terhadap diri sendiri ataupun kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, karena tanpa keduanya niscaya kita tidak akan mencapai harapan yang kita inginkan.

B.    Sebab manusia mempunyai harapan
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial. Bahkan ketika baru lahir sudah disambut di tengah-tengah suatu pergaulan hidup, yakni di tengah keluarganya sendiri dan di tengah masyarakat. Berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan manusia mempunyai sebuah harapan :

1.      Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan atau pembawaan ilmiah yang sudah mereka miliki sejak mereka diciptakan oleh Allah. Misalnya saja menangis, gembira, berpikir, berkata, dsb. Dorongan kodrat itulah yang menyebabkan manusia untuk mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, gembira, dsb. Seperti halnya orang yang menonton sebuah pertandingan, mereka datang untuk merasa gembira dan terhibur dengan pertandingan yang dilaksanakan.

2.      Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat juga manusia untuk hidup pasti membutuhkan berbagai macam kebutuhan hidup seperti kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu semua manusia bekerja sama dengan manusia yang lainnya. Hal ini karena setiap manusia pasti mempunyai keterbatasannya masing-masing baik jasmani atau rohani. Oleh karena itu, dengan adanya dorongan kebutuhan ini akan menimbulkan harapan karena harapan itu sendiri pada hakekatnya adalah untu memenuhi kebutuhan hidupnya menjadi lebih baik.

Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
1.      Kelangsungan hidup atau survival
2.      Keamanan atau safety
3.      Hak dan kewajiban untuk mencintai atau dicintai
4.      Diakui dalam  suatu lingkungan atau status
5.      Perwujudan cita-cita atau self actualization

Materi Referensi : E-Book Universitas Gunadarma
Manusia dan kegelisahan

Manusia dan kegelisahan

Pengertian

Kegelisahan atau juga bisa kita sebut gelisah merupakan suatu perasaan tidak tentramnya hati, merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar dan merasa cemas yang diwujudkan dengan tingkah lakunya yang juga cemas dan tidak tenang.
Kita biasanya bisa mengetahui seseorang sedang gelisah dari tingkah laku atau gerak-geriknya. Umumnya biasanya berjalan mondar-mandir, mengepalkan kepala sambil memandang jauh, duduk termenung sambil memegangi kepalanya, malas bicara, dsb.
Kegelisahan juga merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari kegelisahan juga bisa diartikan sebagai sebuah kecemasan.
Menurut seorang ahli psikoanalisa yaitu Sigmund Freud berpendapat, bahwa adaa tiga macam kecemasan yang dialami oleh manusia yaitu :

a.      Kecemasan kenyataan (obyektif) :
Kecemasan kenyataan atau obyektif adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau bahay dalam dunia luar. Bahaya itu sendiri merupakan sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, maksudnya disini adalah seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda atau hal tertentu dalam lingkungannya.
Contoh : kenyataan atau pengalaman yang pernah dialami seseorang sewaktu ia pernah dicopet di suatu tempat, maka ia akan merasa gelisah atau cemas ketika merasa diikuti atau melihat orang yang mencurigakan mendekatinya karena ia berasumsi bahwa orang yg ia cemaskan adalah juga seorang pencopet.

b.      Kecemasan syaraf (neorotis) :
Adalah kecemasan yang timbul karena pengamatan tentang bahaya dari nalurinya. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi menjadi 3 macam yaitu :
1.      Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri sehingga menekan dan menguasai egonya.
Contoh : seseorang artis yang sedang naik daun yang merasa gelisah membayangkan jika suatu saat nanti kembali turun pamornya, apakah ia akan masih hidup enak seperti sekarang atau tidak.
2.      Kecemasan yang timbul dari ketegangan dan phobia. Bentuk khusus dari phobia adalah bahwa intenset ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakutkannya.
contoh : seseorang yang takut ketika melihat bulu ayam namun ia tidak mengetahui sumber dari kecemasan atau ketakutan yang ia alami. Namun setelah ditelusuri ia merasa phobia karena dulu pernah bertindak salah dan dipukuli dengan kemoceng oleh orang tuanya.
3.      Kecemasan atau ketakutan yang lain adalah rasa gugup. Reaksi ini muncul secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas.
Contoh : Saya sendiri sering merasa gugup ketika maju ke depan kelas sehingga saat di depan kelas saya merasa dingin dan tidak tahu harus berbuat apa.
c.       Kecemasan moril
Adalah kecemasan yang disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lai iri, benci, dendam, dengki, marah, cinta, dll. Rasa tersebut kemudian merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat.
Contoh :
Seseorang yang merasa tidak mempunyai fisik yang bagus sehingga merasa orang yang mempunyai fisik lebih baik darinya menjadi seorang lawan sehingga ketidakmampuannya untuk seperti orang lain itu akan menimbulkan kecemasan moril baginya.

Cara untuk mengatasi kegelisahan :

Untuk mengatasi kegelisahan ini pertama-tama adalah mulai dari diri sendiri dengan selalu bersikap tenang sehingga setiap hal yang kita lakukan tidak akan merasa gelisah. Dan cara yang paling ampuh adalah memasrahkan diri semuanya kepada Allah SWT dan percaya bahwa setiap langkah yang kita lakukan semata-mata merupakan Takdir-Nya.


referensi : E-book IBD Universitas Gunadarma
Manusia dan tanggung jawab

Manusia dan tanggung jawab

Tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk menanggung segala sesuatu apa yang telah ia lakukan baik secara sengaja ataupun yang tidak ia sengaja. Selain itu, tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Sebagai contoh seorang ayah mencari nafkah. Bila ayah tersebut bekerja keras unntuk mencari nafkah, itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya dan itu juga artinya ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Namun sebaliknya, jika seorang ayah tersebut tidak bisa memberi nafkah kepada keluarganya dengan alasan tidak mendapatkan pekerjaan maka itu artinya ia tidak bertanggung jawab dan gagal dalam memenuhi kewajibanya.

Tanggung jawab itu sendiri sifatnya kodrati karena telah menjadi bagian kehidupan seorang manusia yang sudah dibebani kepadanya.

Macam macam tanggung jawab:

  • Tanggung jawab terhadap diri sendiri, yaitu tanggung jawab yang menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Contohnya adalah ketika seseorang bermain bola lau mengalami cedera sehingga ia mengalami cacat, itu merupakan salah satu konsekuensi dari tanggung jawab atas profesi yang ia pilih.


  • Tanggung jawab terhadap keluarga dimana tanggung jawab ini kita tujukn terhadap anggota keluarga. Contohnya adalah sebagai seorang pelajar, maka saya mempunyai kewajiban untuk belajar agar saya bisa memberikan nilai yang baik kepada orang tua saya sebagai wujud tanggung jawab karena telah diberi hak pendidikan.


  • Tanggung jawab terhadap masyarakat, adalah tanggung jawab dimana kita harus bertanggung jawab terhadap posisi kita dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya adalah sebagai para pemuda dalam masyarakat, kita bertanggung jawab untuk menjadi pemuda yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat.


  • Tanggung jawab terhadap bangsa atau negara, adalah tanggung jawab yang kita lakukan untuk bangsa atau negara. Contohnya adalah sebagai masyarakat indonesia, kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga wilayah kita baik ancaman dari dalam maupun dari luar.


  • Tanggung jawab terhadap Tuhan, adalah tanggung jawab yang kita lakukan dan kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Contohnya adalah sebagai manusia yang beragama maka kita harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kita perbuat di hadapan Tuahn kelak.


Tanggung jawab merupakan ciri manusia yang beradab. Manusia bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik buruk perbuatannya itu dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengorban dari tanggung jawabnya itu. Oleh karena itu, untuk memperoleh atau meningkatkan rasa tanggung jawab itu sendiriperlu ditempuh dengan cara pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan melalui agama

Materi referensi : Ebook Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma

Manusia dan pandangan hidup

Manusia dan pandangan hidup

Setiap orang tentunya mempunyai pandagan hidup karena pandangan hidup itu sendiri merupakan suatu hal yang kodrati karena itu menggambarkan dan menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup itu sendiri artinya adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, arah, pedoman, petunjuk setiap orang dalam menjalani kehidupan di dunia.

Pandangan hidup itu sendiri timbul bukan secara singkat namun timbul karena pengalaman yang dialami oleh orang tersebut. Pandangan hidup merupakan hasil dari proses dalam waktu yang lama dan secara terus menerus sehingga hasil pemikirannya dapat diuji kenyatannya dan hasil pemikiran tersebut dapat diterima oleh akal sehingga dapat diakui kebenarannya. Atas dasar itulah kemudian manusia menjadikan hasil pemikirannnya tersebut menjadi suatu pandangan hidup.

Pandangan hidup itu sendiri sangat luas dan banyak macamnya, namun terdapat 3 macam pandangan hidup yang dapat diklasifikasikan menurut asalnya yaitu :

  • Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu yang mutlak kebenaranya. Pandangan hidup yang seperti ini adalah pandangan hidup yang berasal dari agama yang dianut oleh seseorang sesuai dengan kepercayan yang dianut oleh orang tersebut. Pandangan hidup yang berasal dari agama dianggap merupakan sebagai pedoman untuk mencapai kesuksesan baik di dunia ataupun di alam setelah dunia.
  • Pandangan yang kedua adalah pandangan hidup yang berasal dari ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma suatu negara. Sebagai contoh adalah pandangan hidup yang berasal dari ideologi pancasila dimana pandangan hidup kita dalam bermasyarakat diharapkan sesuai dengan 5 sila pancasila itu sendiri.
  • Dan pandangan hidup yang terakhir adalah pandangan hidup yang bersumber dari hasil renungan yang sifatnya relatif. Relatif disini maksudnya adalah belum tentu pandangan hidup seseorang benar artinya adalah apa yang kita anggap benar belum tentu benar juga menurut pandangan orang begitupun sebaliknya.


Pandangan hidup pada dasarnya memunyai unsur unusr yaitu cita-cita, kebajikan, usaha dan keyakinan/kepercayaan yang satu sama lain saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Cita-cita adalah sesuatu yang ingin dicapai dengan adanya usaha. Tujuan yang hendak ciapai adalah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tentram. Usaha adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan dan kepercayaan sedangkan keyakinan/kepercayaan dapat diukur dengan kemampuan akal, jasmani dan kepercayaan kedapa Sang Pencipta.

Materi referensi : Ebook Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma

Manusia dan Keadilan

Manusia dan Keadilan

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai suatu titik tengah diantara kedua titik ujung ekstrem. Bila kedua ujung tersebut mempunyai kesamaan dalam hal ukuran yang telah ditetapkan maka keduanya haruslah mendapatkan hasil yang sama. Jika tidak maka itu merupakan pelanggaran dari proporsi keadilan itu sendiri yang sering kita sebuat ketidakadilan.

Keadilan menurut Plato adalah orang yang dapat mengendalikan diri dan peraaannya dikendalikan oleh akal. Namun menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

Macam- macam keadilan :

  • -     Keadilan legal atau moral, adalah keadilan dimana dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaannya yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melaksanakan fungsinya secara baik sesuai dengan kemampuannya. Contohnya adalah seorang pengurus kesehatan cukup melakukan tugasnya dan tidak mencampuri pengurus keuangan.


  • -          Keadilan distributif, adalah keadilan dimana hal hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama. Contohnya adalah dalam pembagian bonus seharusnya dibedakan antara pekerja yang rajin dan pekerja yang malas.

  • -          Keadilan komutatif, adalah keadilan yang bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum karena semua tindakan yang berbau ketidakadilan akan merusak bahkan menghancurkan pertalian msayarakat. Contohnya adalah pada saat mengantri pembuatan KTP, sebaiknya harus sesuai dengan urutan antrian, karena jika tidak akan menimbulkan kekacauan yang berujung pada rusaknya pertalian masyarakat.

Dilihat dari artikel singkat diatas terlihat bahwa keadilan merupakan sesuatu yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Memang sulit untuk namun menciptaka keadilan yang murni di dunia ini karena keadilan yang sebenar-benarnya adil hanyalah milik Allah swt, namun sebagai manusia ciptaan-Nya seharusnya kita berusaha sekuat mungkin untuk menjadi manusia yang adil.

Materi referensi : Ebook Ilmu Budaya Dasar  Universitas Gunadarma
Penderitaan dan siksaan (Manusia dan Penderitaan)

Penderitaan dan siksaan (Manusia dan Penderitaan)

Pengertian penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita dan kata derita itu sendiri berasal dari  bahasa sansekerta Dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan baik lahir maupun batin
.
Penderitaan itu sendiri dianggap sebagai sebuah resiko kehidupan karena Tuhan tidak selalu memberikan kesenangan saja tapi juga akan memberikan sebuah penderitaan atau cobaan untuk menguji imannya atau untuk sebagai peringatan agar dia bisa kembali ke jalan yang benar.

Pengertian Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan yang menyangkut hal fisik atau jasmani dan dapat juga berupa psikis atau rohani. Perbedaan siksaan dan perbedaan adalah siksaan merupakan sebab dan penderitaan sebagai akibatnya.

Siksaan yang bersifat psikis :


-    Kebimbangan, adalah rasa yang dialami seseorang ketika ia dihadapkan kepada pilihan pilihan yang sulit.  Akibat dari kebimbangan seseorang akan ada dalam perasaan tidak menentu sehigga ia merasa tersiksa dalam hidupnya pada kondisi itu. Bagi orang yang kuat berpikirnya maka ia akan cepat mengambil keputusan dan sebaliknya.

-    Kesepian,  adalah suatu perasaan dimana seseorang merasakan rasa sepi dan rasa sendiri dalam menjalani hidup walaupun ada di lingkunga yang ramai. Kesepian ini juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dapat dialami seseorang.

-    Ketakutan, merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-bisarkan yang tidak pada tempatnya, maka ketakutan itu akan berkembang menjadi sebuah phobia. Pada umumnya setiap orang memiliki satu atau beberapa phobia ringan seperti takut pada tikus,ular,serangga, dll. Tetapi pada sebagian orang ketakutan tersebut sangat besar dan sifatnya mengganggu.

Sebab sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :
a.    Claustrophobia dan Agoraphobia :  merupakan sebuah rasa takut akan terhadap ruang tertutup dan ruang terbuka.

b.    Gamang : merupakan ketakutan yang disebabkan oleh tempat yang tinggi.

c.     Kegelapan : merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap karena yang ada dalam pikirannya dalam kegelapan tersebut akan muncul hal hal yang ditakuti seperti pencuri ataupun hantu.

d.    Kesakitan : merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialaminya.

e.    Kegagalan : merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabkan oleh karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.

Materi referensi : E-book Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma
Apa sebab manusia menciptakan keindahan ( manusia dan keindahan)

Apa sebab manusia menciptakan keindahan ( manusia dan keindahan)

Keindahan itu pada dasarnya adalah sesuatu yang alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah atinya wajar, tidak berlebihan dan juga tidak kurang. Jika ada seseorang artis yang berperan dengan ekspresi yang berlebihan  atau tidak punya ekspresi tentunya ini bukan keindahan yang sebenarnya, karena keindahan yang sebenarnya adalah yang apa adanya, tidak dibuat-buat, tidak kurang maupun tidak lebih.  Pengungkapan keindahan pada sesuatu adalah bagaimana kita mengkondisikannya dengan motivasi tertentu dan dengan maksud tertentu.

Motivasi dan tujuan itu juga bermacam-macam. Motivasi dapat berupa sebuah pengalaman atapun kenyataan mengenai hal-hal  yang pernah kita alami, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan perubahan nilai dan moral dalam masyarakat, emngenai keagungan Tuhan,dll. Sedangkan tujuan itu sendiri dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan manusia secara kodrat. Berikut ini merupakan beberapa alasan mengenai tujuan dan motivasi seseorang menciptakan keindahan :

1.    Tata niai yang telah usang
Tata nilai yang ada dalam adat istiadatsudah tidak sesuai dengan kedaan sehingga dirasakan sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Hal inilah yang dianggap mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat sehingga dapat dikatakan sudah tak indah lagi. Oleh karena itulah manusia menciptakan nilai nilai keindahan baru yang bersifat menghargai dan mengankat martabat manusia.

2.    Kemerosotan zaman
Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral.kemerosotan moral dapat kita ketahui dari tingkah laku maupun perbuatan manusia yang sudah rusak terutama mengenai tentang kebutuhan seksual. Hal yang seperti inilah dapat dikatakan sudah tidak indah. Oleh karena itulah hal yang tidak indah semacam ini perlu dihilangkan dengan mengungkapkan protes lewat karya seni, contohny adalah sajak buatan WS rendra yang berjudul “Bersatulah Pelacur-Pelacur Jakarta”.

3.    Penderitaan Manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu mederita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor dari dalam dirinya sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, tamak, tidak berhati-hati, dsb. Oleh karena itu, keadaan yang demikian sudah tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan. Karena nilai nilai manusia yang telah terabaikan dan sudah dapat dikatakan tidak indah lagi. Yang tidak indah seperti itu yang harus dihapuskan karena tidak bermanfaat bagi manusia.

4.    Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian kejadian alam yang pernah terjadi. Keindahan alam merupakan sesuatu yang mutlak ciptaan Tuhan dan tidak ada satupun makhluk yang dapat menciptakan hal yang serupa. Karena tidak dapat menciptakan hal serupa, oleh karena itulah manusia hanya bisa meniru keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Hal itulah juga yang menginspirasi Leonardo da Vinci yang menciptakan karya seni lukisan fenomenal Monalisa karena terinspirasi dari keindahan  makhluk ciptaan Tuhan.

Referensi : E-book Universitas gunadarma ( Ilmu Budaya Dasar )
Manusia dan cinta kasih menurut agama

Manusia dan cinta kasih menurut agama

Dalam postingan saya kali ini yang merupakan bagian dari tugas mata kuliah ilmu budaya dasar di Universitas  gunadarma, saya akan membahas tentang manusia dengan cinta kasih.

Mungkin hampir setiap orang telah mengerti apa itu yang dinamakan cinta, bahkan anak kecil pun telah mengetahui apa itu cinta karena efek dari pergeseran dan perubahan zaman. Ini terlihat jelas ketika lagu-lagu anak anak telah menghilang dan penyanyi anak-anak mulai menyanyikan lagu lagu orang dewasa dalam hal ini berkaitan dengan cinta.

Cinta itu sendiri menurut saya pribadi adalah rasa kasih sayang yang merupakan anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada sesuatu yang kita sendiri pun tidak tahu kapan cinta itu tiba, dimana cinta itu tiba dan kepada siapa cinta itu akan ditujukan yang kita sendiri pun tidak mampu untuk mengelakkannya.

Mungkin banyak orang berpikir bahwa cinta hanyalah mengenai lawan jenis saja, namun pada hakekatnya cinta itu luas dan tak terbatas kepada lawan jenis saja. Cinta itu juga sebenarnya telah diatur batasan-batasannya dan telah di klasifikasikan menurut agama. 

Cinta kepada Allah SWT

Cinta yang tingkatannya paling tinggi dan yang paling harus kita utamakan adalah cinta kepada Allah SWT sebagai wujud rasa syukur karena telah menciptakan dan telah memberikan semuanya kepada kita dan oleh karena itulah kita mendahulukan cinta kepada Allah diatas cinta yang laiinya agar kita terus berada dalam keridhoanNya.

Cinta kepada rasul Allah

Cinta yang berada pada urutan kedua adalah cinta kepada rasul allah karena rasul merupakan wakil Allah di dunia dan  telah menyampaikan wahyu untuk kita semua agar keluar dari zaman jahiliyah ke jalan yang benar dan sudah sepantasnyalah kita cinta terhadap rasul kita agar kita mendapatkan syafaat dan pengakuan sebagai pengikutnya di hari akhir nanti.

Cinta terhadap Makhluk Allah yang lainnya
Cinta terhadap makhluk Allah yang lainnya itu sendiri terbagi menjadi 3 prioritas lagi. Prioritas yang pertama adalah cinta terhadap orangtua, mungkin sudah tidak perlu saya jelaskan lagi mengapa orangtua mendapatkan prioritas utama dalam hal cinta,ya tentu saja karena mereka lah kita hidup dan karena merekalah kita ada sampai detik ini di dunia. Prioritas yang kedua adalah cinta terhadap lawan jenis, cinta ini lah yang pada zaman ini sangat digandrungi para orang dewasa, remaja, bahkan anak kecil. Dan cinta pada prioritas yang terakhir adalah cinta terhadap hewan, tumbuhan dan lingkungan sebagai wujud saling mengasihi antar sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Sekian artikel singkat yang dapat saya posting kali ini berkaitan tentang manusia dan cinta kasih khususnya dalam pandangan agama. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang beragama, marilah kita memperbaiki kualitas dan prioritas cinta kita agar tidak salah kaprah dalam menjalani hidup, prioritaskan lah Tuhanmu, Nabimu, Orangtuamu barulah prioritaskan pasanganmu.
Diskriminasi dan etnosentrisme

Diskriminasi dan etnosentrisme

Diskriminasi dan etnosentrisme

Kali ini saya akan membuat postingan yang bereferensi dari buku ilmu sosial dasar yang diterbitkan oleh Gunadarma dengan pengarang  Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk. Di buku itu ada bab, tepatnya bab 19 yang membahas tentang diskriminasi dan etosentrisme lalu saya pun tertarik untuk menulis dan membahasnya dalam blog pribadi saya ini.

Pengertian diskriminasi :

Diskriminasi adalah perlakuan tidak adil atau berat sebelah antara suatu pihak dengan pihak yang lainnya. Contoh : seorang anak pengusaha kaya serba di “anak emaskan” di sekolahnya dan serba di dahulukan ketimbang anak seorang yang biasa biasa saja.

Penyebab diskriminasi :

-       -    Latar belakang suatu pihak
-       -   Faktor kepribadian
-       -   Dilatar belakangi oleh sosio kultural
-       -  Adanya perbedaan perbedaan baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, agama,dsb.


Upaya upaya yang dilakukan untuk mengurangi diskriminasi :

-       -   Perbaikan kondisi  sosial dan ekonomi
-        -  Sikap keterbukaan dan lapang dada
-         - Loyalitas yang tinggi
-         -Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan
-         -Mengaplikasikan nilai nilai pancasila terutama sila ketiga


 Pengertian Etnosentrisme :

Etnosentrisme adalah kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri  sebagai suatu yang prima, yang terbaik, mutlak dan dipergunakannya sebagai tolak ukur untuk membedakannya dengan kebudayaan lain.

Etnosentrisme nampaknya merupakan gelaja sosial yang bersifat universal dan secara tidak sadar telah kita lakukan. Dengan demikian etosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menilai atau membandingkan budaya yang satu dan yang lainnya. Etnosentrisme merupakan bisa dibilang dasar ideologi dari chauvinisme pada saat era seorang Hittler karena menganggap bangsanya ( Jerman ) merupakan bangsa yang paling kuat, tangguh dan berkuasa.
Baik sifat diskriminasi dan etnosentrisme bisa dibilang merupakan bagian dari masalah masalah sosial yang sebaiknya kita hindari karena dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa kita.

Sekian artikel yang singkat ini dan semoga bermanfaat.

Materi referensi :  E-book ilmu sosial dasar karangan pengarang  Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk penerbit Universitas Gunadarma.

Kecemburuan sosial

Kecemburuan sosial

Dalam postingan saya kali ini masih berkaitan dengan mata kuliah ilmu sosial dasar di tempat saya berkuliah di Universitas Gunadarma. Dalam artikel yang saya buat ini akan membahas tentang  kecemburuan sosial yang semakin menjadi di negara kita.

Sebelum membahasnya lebih jauh, mari kita ketahui dulu apa itu sebenarnya kecemburuan sosial???

Kecemburuan sosial adalah suatu kondisi dimana munculnya kelas kelas sosial karena adanya perbedaan perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat seperti dari segi hukum, ideologi, politik, ekonomi, sosial,dsb yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Contoh kecil sebuah kecemburuan sosial :

-          Ketika seseorang yang kurang mampu dari segi ekonomi hidup berinteraksi dengan lingkungan yang mayoritas adalah golongan kaum yang berada. Mereka bergaul dengan memilih memilih teman yang sederajat dan mengucilkan yang menurut mereka tidak sekelas dengan mereka. Hal ini tentunya akan menciptakan kecemburuan sosial di lingkungan tersebut.


-          Contoh diatas merupakan contoh bentuk kecemburuan sosial dalam segi ekonominya, kali ini adalah contoh kecemburuan dari segi aspek sosial. Misalya adalah ketika seseorang masih ada dalam jenjang pendidikan baik itu sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas ataupun bangku perkuliahan, pergaulan dalam lingkungan tersebut hanya berdasarkan dari kemampuan pendidikannya, si golongan pintar hanya bergaul dan saling membantu dengan yang pintar pula, sedangkan yang bodoh tidak dibantu oleh si pintar dalam proses belajar mengajar. Tentunya akan terjadi kecemburuan sosial didalamnya.

Sebenarnya  contoh diatas hanya sebagian kecil dari bentuk bentuk kecemburuan sosial yang ada di tengah tengah masyarakat indonesia. Kecemburuan sosial merupakan suatu masalah yang serius dan mesti mendapatkan perhatian khusus dari kita semua, karena dengan masih banyaknya kasus kasus kecemburuan sosial di indonesia maka indonesia masih akan terus terbayangi dengan kerusuhan dimana mana, perang antar warga negara indonesia, keributan, kekacauan,dsb. Dalam proses pembangunan yang masih sedang berlangsung di negara kita, sebaiknya pemerintah mulai memperhatikan masalah sosial yang satu ini, karena untuk menjadi bangsa yang besar dan maju kita harus mempererat persatuan dan kesatuan bangsa agar bisa menghadapi persaingan global.
 
Sekian artikel singkat saya semoga dapat menyadarkan kita semua agar untuk tidak terpecah belah dengan kecemburuan sosial yang ada, namun justru menjadikannya sebagai anugerah yang dapat kita manfaatkan untuk saling tolong menolong dan bahu membahu terutama dalam proses menjadikan indonesia menjadi negara yang lebih maju dan besar.

Seberapa pentingkah ilmu sosial di kehidupan kita?

Seberapa pentingkah ilmu sosial di kehidupan kita?

Kali ini saya akan meberikan pandangan pribadi saya tentang seberapa pentingkah ilmu sosial di segala aspek kehidupan kita. Dan postingan saya kali ini juga masih menyangkut tentang tugas mata kuliah ilmusosial dasar di Universitas Gunadarma.

Jika kita bertanya pada orang lain tentang seberapa pentingnya kita belajar ilmu sosial sejak kita sekolah dasar sampai di bangku kuliah maka kita akan menemukan jawaban yang sangat bervariasi. Mungkin ada yang berpendapat itu penting, mungkin ada juga yang berpendapat itu tidak penting dan mungkin ada juga yang abstain (re: golput) dan lebih memilih cuek dengan ilmu sosial itu sendiri.

Menurut saya pribadi, ilmu sosial adalah sesuatu hal yang penting karena merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan seperti halnya dengan ilmu ilmu pengetahuan yang lainnya. Selain itu  tentu kita telah menegtahui bukan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang mustahil untuk hidup sendiri oleh karena itu lah kita mempelajari ilmu yang bernama ilmu sosial yang bertujuan untuk memberikan kita pengetahuan dan bekal dalam menghadapi lingkungan sosial di sekitar kita.

Kebanyakan dari kita juga ada yang terkesan meremehkan atau menggampangkan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang satu ini dengan alasan ini tidak ada rumus, ini tidak ada hafalan berarti, ini tidak ada hitung hitungan, ini tidak perlu menggunakan kamus dalam memepelajarinya, dan masih banyak anggapan anggapan yang lainnya. Memang setiap orang bebas untuk mengemukakan  pendapatnya, apalagi kalo memang ia benar benar menguasai ilmu sosial sehingga pantas saja berbicara seperti itu. Namun bagi yang merasa tidak menguasai ilmu sosial ada baiknya tidak berbicara seperti diatas karena selain dapat menyinggung orang lain, jika kita terlalu meremehkan sesuatu maka bisa saja kita mengalami kegagalan karena telah meremehkan sesuatu dalam hal ini adalah ilmu sosial. Karena, sepandai apapun kita, sehebat  apapun kita, namun kita tidak bisa menjalin sebuah hubungan sosial yang baik ( salah satu bagia dari ilmu sosial ) apalagi terlalu mementingkan sebuah individualisme maka kita mungkin tidak akan pernah bertemu dengan kesuksesan. Karena pada hakekatnya kesuskesan itu datang bukan hanya ditentukan oleh kita saja, tapi ditentukan juga oleh orang lain baik itu keluarga,teman, sahabat, ataupun yang lainnya.

Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa ilmu sosial itu memang penting agar kita bisa menjalin sesuatu hubungan  sosial  yang baik dan benar dengan orang lain dalam meraih cita-cita dan tujuan hidup yang ingin kita capai. Selain itu, dalam menuntut ilmu sebaiknya kita tidak memilih-milihnya karena yang namanya ilmu itu  walapu sedikit pasti berguna bagi kehidupan kita. Sekian postingan saya kali ini semoga kembali membuka pandangan kita semua agar menjadi manusia yang lebih baik.
Repost : Integrasi nasional

Repost : Integrasi nasional

Dalam postingan saya kali ini, saya akan membahas tentang integrasi nasional.
Apa itu integrasi nasional?
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa  Indonesia.

Contoh-contoh penghambat integrasi nasional :

-          Perbedaan kepentingan,  dengan masyarakat yang majemuk tentu akan menimbulkan pula perbedaan kepentingan antara yang satu dan yang lain, dan bila tidak disikapi secara dewasa hal ini juga dapat menimbulkan gesekan gesekan masyarakat.

-          Diskriminasi, adalah perlakuan yang tidak adil dan memihak hanya kesatu pihak saja
-          Masih berkembangnya paham ethosentris, yaitu paham yang menganggap budayanya adalah yang paling unggul dan merendahkan budaya yan lainnya.

-          Masih maraknya isu keagamaan dan saling menjelek-jelekkan antara agama yang satu dan yang lainnya, contohnya adalah perang atau bentrokan antar umat beragama yang masih sering terjadi di sekitar kita.

-          Masih mudahnya masyarakat Indonesia untuk dihasut dan di adu domba, seperti kita ketahui, dulu sewaktu Indonesia masih dijajah oleh Belanda, Belanda juga melakukan politik adu domba ( devide et impera) untuk memecah belah perlawanan rakyat yang hasilnya adalah kita kalah oleh Belanda.

-          Kurangnya rasa persatuan dan kesatuan
-          Bhinneka tunggal ika hanya sebatas wacana namun tidak pernah diterapkan atau di praktekkan

Contoh-contoh pendorong integrasi nasional :
-          Adanya rasa keinginan untuk bersatu agar menjadi negara yang lebih maju dan tangguh di masa yang akan datang.
-          Rasa cinta tanah air terhadap bangsa Indonesia
-          Adanya rasa untuk tidak ingin terpecah belah, karena untuk mencari kemerdekaan itu adalah hal yang sangat sulit.
-          Adanya sikap kedewasaan di sebagian pihak, sehingga saat terjadi pertentangan pihak ini lebih baik mengalah agar tidak terjadi perpecahan bangsa.
-          Adanya rasa senasib dan sepenanggungan
-          Adanya rasa dan keinginan untuk rela berkorban bagi bangsa dan negara demi terciptanya kedamaian


Tujuan integrasi nasional :
Tuiuan dari integrasi nasional itu sendiri adalah bertujuan untuk menghilangkan kelas-kelas sosial yang dapat memecah belah persatuan bangsa dan menjadikan semua perbedaan perbedaan yang ada menjadi sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dan menjadikan perbedaan sebagai modal dan bekal untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih maju di era persaingan global seperti pada saat ini.


Jadi, memang sulit untuk mempertahankan kedamaian dan keutuhan negara terutama Indonesia yang memang merupaka bangsa yang besar dan majemuk. Oleh karena itu muncullah integrasi nasional untuk menyatukan visi dan misi kita sebagai warga negara dalam sebuah kata kata “Bhinneka Tunggal Ika”. Harus kita ingat bahwa untuk menjadi bangsa yang maju kita harus membuat kondisi di dalam negeri kita damai dan kondusif , selama negara kita masih timbul perpecahan satu sama lain janganlah berharap untuk menjadi bangsa yang besar dan maju.
Pegeseran dan perubahan kebudayaan

Pegeseran dan perubahan kebudayaan

Kali ini saya akan membuat postingan tentang pergeseran dan perubahan keduayaan khususnya adalah di Indonesia.
Dari judul postingan saya pun pasti kita sudah tahu dan mengerti apa yang ingin saya bahas disini dan masih terkait dengan mata kuliah ilmu sosial dasar di Universitas Gunadarma

Pergeseran dan perubahan kebudayaan, sesuatu yang saat ini semakin menjadi-jadi dan semakin parah menjangkiti bangsa kita ini. Miris memang, sebuah bangsa yang besar dan kaya akan kebudayaan justru kalah dengan budaya budaya luar.

Apa landasan saya berpendapat seperti itu?

Pendapat yang saya ungkapkan bukan berdasar fakta yang ada. Coba lihatlah lingkungan di sekeliling ada tinggal, maka anda akan banyak sekali melihat atau menemukan budaya budaya yag seharusnya diterapkan di bangsa kita. Hal itu terlihat dari gaya hidup, makanan, style atau dandanan, pakaian, gaya hidup,dll.

Contoh pergeseran kebudayaan dari gaya hidup :

Waktu dahulu, kita menggunakan atau sesuatu berdasarkan manfaat dan fungsinya sesuai dengan kebutuhan kita, sebagai contoh dalam kehidupan berbisnis tentu kita di tuntut untuk mempunyai gadget yang canggih dan cepat agar tidak mengganggu aktivitas bisnis. Namun pada zaman sekarang, anak SD pun sudah banyak yang meilikinya padahal mereka seharusnya belum saatnya untuk menggunakan gadget tersebut karena masih belum bisa membedakan antara mana yang boleh ia lakukan dan tidak, sehingga terjadi kasus pelecehan seksual yang dilakukan anak sd akibat menonton video yang seharusnya tidak ia tonton.

Contoh pergeseran kebudayaan dari makanan :

Pada zaman sekarang, orang makan atau mengunjungi tempat makanan bukan untuk memuaskan perutnya tetapi terkadang hanya untuk mengejar gengsi saja. 

Contoh pergeseran kebudayaan dari pakaian :

Pada zaman sekarang di era globalisasi bukan hanya teknologi yang berkembang, tapi mode pakaian pun terus berkembang dari zaman ke zaman. Zaman sekarang orang orang lebih memilih pakaian yang terkesan mengikuti mode internasional, model model pakaian yang mengumbar keseksian baik untuk pria atau pun wanita yang sebenarnya tidak cocok dengan kebudayaan kita apalagi Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Hal itu hanya sebagian contoh dari pergeseran pergeseran kebudayaan yang ada di negara kita. Lalu bagamiana kita haru menyikapinya??? Tentu saja kita harus memilah-milih mana kebudayaan yang bersifat positif sehingga kita harus tiru dan mana kebudayaan yang negatif, yang tidak sesuai dengan keudayaan kita dan harus kita tinggalkan. Jika kita tidak bisa memfilternya, bukan tidak mungkin kebudayaan kebudayaan kita yang terkenal ramah dan sopan akan hilang digerus kebudayaan kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan pribadi bangsa kita.
Menyesuaikan diri di sebuah lingkungan mayoritas

Menyesuaikan diri di sebuah lingkungan mayoritas

Kembali lagi bersama saya dalam postingan yang berkaitan tentang mata kuliah ilmu sosial dasar di Universitas Gunadarma dan semoga anda tidak bosan dengan mengunjungi blog saya J.Dalam postingan saya kali ini saya akan sharing tentang menyesuaikan diri dengan ingkungan yang mayoritas.

Sebagai manusia tentunya kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, jangankan seorang manusia, hewan dan binatang pun juga harus beradaptasi dengan lingkungannya. Bentuk penyesuaian diri sebenarnya ada banyak macamnya, namun karena ini postingan untuk mata kuliah ilmu sosial maka penyesuaian lingkungan yang saya maksud adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial yang baru.
Pada dasarnya kita hidup selalu dinamis dan berpindah pindah, tak hannya diam di tempat atapun diam di sesuatu lingkungan yang hanya itu itu saja. Kita PASTI akan berpindah dari suatu lingkungan sosial yang lama ke lingkungan sosial yang baru, dari lingkungan sosial yang satu ke lingkungan sosial yang lainnya, oleh karena itu kita harus bisa meyesuaikan diri dengan ligkungan kita yang baru agar kita tidak mengalami hambatan hambatan dalam menjalani hidup.
Penyesuaian diri dengan lingkungan sosial yang baru memang tidak begitu sulit apalagi bagi orang orang yang mudah bergaul hal itu bukan merupakan sesuatu yang sulit. Namun apa jadinya jika kita menjadi orang minoritas di lingkungan sosial yang mayoritas?? Sebagai contoh seorang yang biasa hidup di jawa tentu akan kesuitan hidup di daerah sumatera utara begitu pun sebaliknya karena masalah kendala bahasa atau yang lainnya.Tentu akan menjadi lebih sulit dalam proses penyesuaiannya bukan? Terlebih bagi orang orang yang mempunyai sifat jarang bergaul dan tertutup, tentu akan berlipat lipat kesuitannya juga.  

Lalu bagaimana solusinya?

Memang sulit untuk beradaptasi di lingkungan yang mayoritas dimana kita adalah minoritasnya. Namun kita dapat sedikti menguranginya dengan beberapa tips. Yang pertama jadilah orang yang ramah kepada siapa saja, bertegur sapa lah dengan orang orang di lingkungan baru kita. Jika memang anda tipe orang yang pendiam, minimal anda memberikan senyuman kepada orang orang di lingkungan baru anda. Yang kedua adalah hiduplah dengan siapa saja, tanpa membeda-bedakan orang orang di lingkungan baru anda namun harus tetap pintar pintar menjaga diri kita. Dan yang terakhir adalah jadilah manusia yang berguna, karena jika anda telah menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat, anda hidup di lingkungan mana pun tidak akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang baru.

Sekian postingan saya kali ini, simpel namun semoga bermanfaat .
Pentingnya sebuah sosialisasi

Pentingnya sebuah sosialisasi

Dalam postingan saya kali ini yang masih berkaitan dengan mata kuliah ilmu sosial dasar Universitas Gunadarma, saya akan membahas dengan topik “pentingnya sebuah sosialisasi” .  Sebelum saya cerita panjang lebar ada baiknya kita mengetahui dahulu pengertian sosialisasi itu sendiri.
Apa itu sosialisasi???
Sosialisasi adalah proses dimana kita belajar dari yang tidak tahu menjadi tahu, baik tentang dirinya sendiri ataupun dengan lingkungannya. Tujuan dari sosialisasi itu sendiri seperti dari pengertiannya, yaitu menjadikan seseorang yang pada awalya tidak tahu menjadi tahu.

Sosialisasi itu sendiri sangat penting adanya, karena bila tidak ada sosiaisasi maka bisa dipastikan apapun tujuan yang kita maksudkan untuk diri kita sendiri ataupun untuk orang lain tidak akan  kali ini saya juga akan memposting tentang studi kasus pentingnya sebuah sosialisasi di dalam kehidupan kita sehari-hari.


Contoh kasus :

Zaman yang berkembang saat ini adalah zaman dimana kemajuan teknologi yang semakin pesat dari berbagai sektor baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, pemerintahan, pertahanan, hukum, swasta, dan yang lainnya. Dengan kemajuan seperti itu, pemerintah pada tahun 2011 ingin membuat sistem kependudukan yang pada saat ini terkesan “acak-acakan” menjadi lebih baik dengan cara mengtransformasi Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi E-KTP. Alasan yang mendasari membuat program E-KTP adalah selsin mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, juga untuk menangani masalah masalah kependudukan yang sampai saat ini masih jauh dari kata baik. Mengapa saya berpendapat seperti itu, alasanya adalah karena masih banyak masalah disana sini, seperti pemerataan penduduk yang tidak efektif walau sudah mengadakan program tranmigrasi, masih banyak penduduk yang tidak perduli dengan status kependudukannya (KTP), ada juga sebagian masyarakat yang mempunyai KTP ganda, dan masih banyak juga calo calo untuk proses pembuatan KTP. Oleh karena itulah muncul gagasan untuk membuat E-KTP. E-KTP  itu sendiri dalam membuatnya harus datang ke kantor pemerintahan dan tidak bisa diwakilkan untuk membuatnya agar menghindari pencaloan. Selain itu E-KTP ini dilengkapi dengan chip  yang  pastiya berbeda antara yang satu yang lainnya dan setiap chip menyimpan identitas si pemakai, hal ini juga untuk mencegah terjadinya ktp ganda. Selaint itu, masih banyak kemudahan kemudahan yang ditawarkan E-KTP ini sebagai bentuk kemajuan dan penyelesaian masalah. Namun, hal itu tidak semulus yang dibayangkan, karena masalah sosialisasi secara nasional yang tentunya tidak mudah dilakukan. Hal itu karena masih banyaknya masyarakat Indonesia yang buta akan teknologi dan masih rendah pendidikannya sehingga jika memang E-KTP ini akan dilaksanakan tentunya akan menimbukan masalah masalah yang baru.


Lalu apa solusinya???

Menurut saya pribadi, kunci dari keberhasilan program ini adalah sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang E-KTP ini baik cara membuat, cara menggunakan,dsb .Namun bentuk sosialisasi seperti ini pun hanya bersifat sementara, karena jika diadakan program yang lebih canggih lagi, maka kita juga harus melakukan sosialisasi kembail. Sedangkan untuk sosialisasi yang bersifat jangka panjang adalah dengan menignkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dengan cara memperbaiki kurikulum pendidikan, pemerataan pendidikan, pendidikan yang berbasi teknologi, dan mengenalkan teknologi sejak dini tentunya dengan pengawasan dan batasan batasan tertentu. Dengan sosialisasi yang berfungsi untuk jangka panjang seperti ini, diharapkan masyarakat tidak lagi buta dengan teknologi sehingga kegagalan pada sistem sistem yang berbasis teknologi dapat dikurangi karena masyarakat yang sudah paham  atau minimal mengetahui tentang teknologi yang sudah mereka dapat saat sosialisasi sejak dini.

Sekain postingan artikel dari saya ini, ini merupakan semata-mata pendapat pribadi saya sendiri. Jika para pembaca mempunyai pendapat yang lain, silahkan mengirim komentar di blog ini J
Pengaruh sosial

Pengaruh sosial

Pengaruh sosial
Dalam pembahasan saya kali ini dari mata kuliah Ilmu sosial dasar di Universitas Guadarma, saya akan membahas tentang pengaruh sosial.
Apa itu pengaruh sosial?
Dalam definisi pribadi, pengaruh sosial merupakan sesuatu dampak sosial yang mempengaruhi atau berdampak bagi kebudayaan, adat istiadat ataupun norma norma setempat baik itu bersifat pengaruh yang bersifat positif baik pengaruh sosial yang bersifat negatif
.
Contoh pengaruh sosial yang bersifat positif  (teknologi) :
Pengaruh teknologi yang semakin maju yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari hari. Contohnya di dalam kehidupan kampus dimana baik sistem pembayaran, sistem informasi, sistem absen,dsb. Yang sudah berbasis internet dan menggunakan teknologi teknologi yang canggih dalam penggunaannya.
Contoh lainnnya adalah didalam kehidpan bisnis yang mulai juga menggunakan internet sebagai media periklanan dan juga sebagai media pembayarannya yang mau tidak mau akan juga mengubah gaya hidup masyarakat luas.

Contoh pengaruh sosial yang bersifat negatif (teknologi) :
Selain membawa dampak positif, tentunya teknologi ini juga akan turut serta membawa pengaruh negatif yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial di masyarakat.
Kita ambil satu contohnya yaitu dampak negatif dari penggunaan internet yang semakin “menggila”. Mungkin memang benar internet membawa banyak sekali manfaat dan pengaruh yang positif bagi segala aspek dalam kehidupan kita, namun kita juga harus tahu bahwa internet juga akan membawa dampak dan pengaruh negatif bagi kehidupan sosial kita. Dengan adanya internet terutama jejaring sosial baik itu berbasis website ataupun berbentuk aplikasi sebuah handpone membuat kita jarang berkomunikasi langsung dan saling berinteraksi dengan teman, keluarga, ataupun yang lainnya. Selain itu, dengan menjamurnya internet dimana mana, itu juga sangat berdampak negatif bagi anak anak yang masih belum tau dan belum bisa membedekan mana internet yang sehat dan mana berinternet yang tidak sehat. Ada kasus anak melakukan dan membuat adegan adegan porno karena mengikuti adegan video yang ia tonton di internet. Ada juga kasus anak yang bahkan sampai meninggal karena bermain game di internet sampai lupa waktu. Itulah hanya sebagian kecil dampak pengaruh sosial dari teknologi dari sisi negatifnya.

Oleh karena itu, pengaruh pengaruh sosial yang datang pada dasarnya bisa bersifat negatif ataupun positif sehingga kita harus pandai pandai dalam memilah milih mana pengaruh yang harus kita tiru atau kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan mana pengaruh yang harus kita buang jauh jauh karena itu bersifat negatif atau pun karena tidak sesua dengan norma dan adat istiadat yang berlaku di kehidupan masyarakat disekitar kita.
                                                                                                                      
Integrasi nasional

Integrasi nasional


 Apa itu integrasi nasional?
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa  Indonesia.

Contoh-contoh penghambat integrasi nasional :

-          Perbedaan kepentingan,  dengan masyarakat yang majemuk tentu akan menimbulkan pula perbedaan kepentingan antara yang satu dan yang lain, dan bila tidak disikapi secara dewasa hal ini juga dapat menimbulkan gesekan gesekan masyarakat.

-          Diskriminasi, adalah perlakuan yang tidak adil dan memihak hanya kesatu pihak saja
-          Masih berkembangnya paham ethosentris, yaitu paham yang menganggap budayanya adalah yang paling unggul dan merendahkan budaya yan lainnya.

-          Masih maraknya isu keagamaan dan saling menjelek-jelekkan antara agama yang satu dan yang lainnya, contohnya adalah perang atau bentrokan antar umat beragama yang masih sering terjadi di sekitar kita.
-          Masih mudahnya masyarakat Indonesia untuk dihasut dan di adu domba, seperti kita ketahui, dulu sewaktu Indonesia masih dijajah oleh Belanda, Belanda juga melakukan politik adu domba ( devide et impera) untuk memecah belah perlawanan rakyat yang hasilnya adalah kita kalah oleh Belanda.

-          Kurangnya rasa persatuan dan kesatuan
-          Bhinneka tunggal ika hanya sebatas wacana namun tidak pernah diterapkan atau di praktekkan


Contoh-contoh pendorong integrasi nasional :

-          Adanya rasa keinginan untuk bersatu agar menjadi negara yang lebih maju dan tangguh di masa yang akan datang.
-          Rasa cinta tanah air terhadap bangsa Indonesia
-          Adanya rasa untuk tidak ingin terpecah belah, karena untuk mencari kemerdekaan itu adalah hal yang sangat sulit.
-          Adanya sikap kedewasaan di sebagian pihak, sehingga saat terjadi pertentangan pihak ini lebih baik mengalah agar tidak terjadi perpecahan bangsa.
-          Adanya rasa senasib dan sepenanggungan
-          Adanya rasa dan keinginan untuk rela berkorban bagi bangsa dan negara demi terciptanya kedamaian


Jadi, memang sulit untuk memepertahankan kedamaian dan keutuhan negara terutama Indonesia yang memang merupaka bangsa yang besar dan majemuk. Oleh karena itu muncullah integrasi nasional untuk menyatukan visi dan misi kita sebagai warga negara dalam sebuah kata kata “Bhinneka Tunggal Ika”. Harus kita ingat bahwa untuk menjadi bangsa yang maju kita harus membuat kondisi di dalam negeri kita damai dan kondusif , selama negara kita masih timbul perpecahan satu sama lain janganlah berharap untuk menjadi bangsa yang besar dan maju.

sekian artikel yang saya buat dengan mengambil tema dari SAP ilmu sosial dasar Universitas Gunadarma semoga dapat menambah semangat kita untuk saling bersatu dan menjadi bangsa yang besar !
Agama dan masyarakat

Agama dan masyarakat


Dalam postingan saya kali ini tugas artikel dari mata kuliah sosdas univ gunadarma, saya akan mencoba mengungkapkan pendapat saya pribadi mengenai agama dan masyarakat.

Fungsi agama dalam masyarakat :
Fungsi agama dalam masyarakat tentunya sangat banyak, yaitu sebagai penuntun dan pedoman kita dalam hidup bermasyarakat. Selain itu, agama juga berfungsi sebagai alat untuk mempererat tali silaturahmi antara satu sama lain guna menciptakan rasa persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contohnya adalah ketika idul adha tiba, masyarakat yang mempunyai rezeki lebih dan mengkurbankan hewan kurba untuk di sembelih lalu dagingnya dibagikan ke warga sekitar terutama warga yang tidak mampu. Selain menunaikan tugas atau kewajiban kita terhadap agama, kita juga berkesempatan untuk mempererat rasa persaudaraan dan rasa kasih sayang antar warga sekitar. Contoh yang lainnya adalah ketika ada warga yang anggota keluarganya yang meninggal, maka tugas kita adalah membantu menguruskan jenazah serta ikut tahlilan di malam harinya, hal itu juga dapat mempererat tali persaudaraan di masyarakat.


Lembaga – lembaga keagamaan di masyarakat :

-          Lembaga keagamaan yang paling kecil di masyarakat adalah kelompok keagamaan yang biasanya mengadakan kegiatan mingguan
-          Lembaga yang cakupannya lebih luas adalah organisasi masyarakat (ormas)
-          Lembaga yang lebih tinggi lagi adalah departemen keagamaan RI

Walaupun agama merupakan sarana sebagai alat pemersatu antar masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik konflik atau gesekan gesekan yang  dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk menciptakan kekacauan dan perpecahan bangsa. Contohnya adalah isu akan perbedaan agama yang satu dan yang laiinya sehingga terjadinya tawuran dan bentrokan antar penganut agama yang satu dan agama yang lainnya.

Jadi,  setiap agama pasti mengajarkan sikap toleransi saling menghormati antara pemeluk agama yang satu dan yang lain sehingga terciptanya kedamaian antar umat beragama dan tidak timbul perpecahan dan kekacauan bangsa.
Antara masyrakat perkotaan dan pedesaan

Antara masyrakat perkotaan dan pedesaan

Masih bersama saya dengan mata kuliah ilmu sosial dasar universitas gunadarma. Kali ini saya akan membuat artikel tentang masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan, check this out !


Masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan orang yang tinggal di suatu wilayah tertentu, terbagi menjadi dua yaitu :
-       -  Masyarakat perkotaan
-        -  Masyarakat pedesaan

Masyarakat perkotaan
Adalah  masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan.

Ciri ciri :

-          -Hidup yang bebas tanpa aturan adat istiadat ataupun norma norma
-          -Identik dengan hedonisme atau berfoya-foya
-          -Gila atau maniak akan teknologi dan gadget gadget canggih
-          -Lebih berkiblat pada kebudayaan Barat
-          -Kurangnya interaksi antara yang satu dan yang lain dan lebih bersifat inidivualisme
-          -Hidup yang selalu dituntut tepat waktu dan teratur
-          -Identik dengan pergaulan yang bebas
-          -Masyarakatnya lebih sadar akan pentingnya pendidikan
-          -Fasilitas yang lengkap dan memadai

Dampak positif menjadi masyarakat perkotaan :

-         - Kita akan terpacu untuk menuntut pendidikan setinggi tingginya
-          -Teknologi yang semakin berkembang sehingga kita bisa mengimbangi perkembangan kemajuan teknologi dunia
-          -Kita dituntut untuk hidup secara efisien baik waktu,uang,tenaga,dsb

Dampak negatif menjadi masyarakat perkotaan :
-          -Bila tidak pandai untuk mengatur uang, kita akan menjadi orang yang  boros
-          -Pergaulan yang bebas yang menjerumuskan
-          -Budaya barat yang lalu lalang sehingga bila tidak pandai untuk memfilternya kita akan cenderung ikut ikutan yang tidak sesuai dengan identitas bangsa.


Masyarakat pedesaan
Adalah masyarakat yang tingga di daerah pedesaan.

Ciri cirinya :
-         - Hidup dengan masih terikat dengan norma dan adat istiadat
-          -Hidup yang cenderung hemat
-          -Buta akan teknologi
-          -Masih mempertahankan budaya ketimuran
-          -Interaksi sosial yang intens sehingga menimbulkan rasa persaudaraan satu sama lain
-          -Rasa gotong royong yang masih kuat dan kental
-          -Pergaulannya masih tertutup dan belum terkontaminasi budaya asing
-          -Kurang sadar akan pendidikan
-          -Fasilitas yang kurang memadai

Dampak positif menjadi masyarakat pedesaan :

-         - Masih bersih dari budaya asing sehingga masih mempertahankan dan memegang teguh norma norma dan adat istiadat di masyarakat
-          -Rasa persaudaraan yang sangat kuat
-          -Rasa gotong royong yang masih dipertahankan
  
Dampak negatif menjadi masyarakat pedesaan :
-          -Fasilitas yang kurang memadai
-          -Masih buta atau kurang sadar akan pentingya sebuah pendidikan

Setelah uraian yang saya tulis diatas, antara masyarakat pedesaan ataupun perkotaan pada dasarnya mempunyai dampak positif atau dampak negatifnya masing masing. Semuanya terserah dan kembali kepada diri anda masing masing memilih masyarakat desa atau kota, karena sebenarnya semua kembali pada diri kita sendiri dan tidak tergantung  kita tinggal di desa ataupun di kota.
Pelapisan sosial

Pelapisan sosial


Pelapisan sosial atau biasa disebut juga stratification adalah pembagian orang orang dalam masyarakat ke dalam tingakatan tingkatan tertentu yaitu ada yang terbagi di tingkat atas dan tingkatan rendah.

Penyebab terjadinya pelapisan sosial :
-          Adanya perbedaan ekonomi, contohnya adalah si kaya akan lebih di pandang dan diutamakan karena mempunyai uang yang banyak sedangkan si miskin akan dipandang seblah mata dan tersisihkan.
-          Adanya perbedaan status sosial, contohnya adalah seorang ustadz tentu akan dipandang lebih istimewa dan terbedakan dengan seeorang yang biasa biasa saja, dalam hal ini adalah tentang agama.
-          Adanya perbedaan kekuasaan , contohnya adalah seorang pimpinan pasti akan memiliki keistimewaan yang lebih dan lebih diutamakan dibanding yang lainya karena faktor kekuasaan yang ia miliki.
-          Adanya faktor keturunan,  contohnya adalah ketika seorang minoritas berada di suatu lingkungan mayoritas, maka ia akan lebih tersingkirkan ketimbang sang ayoritas.
-          Dll


Asas kesamaan derajat
Asas kesamaan derajat pada hakikatnya adalah kebalikan dari stratification atau pelapisan sosial, dimana maksudnya adalah tidak mengelompokkan atau mengistimewakan satu pihak namun menyamaratakannya dengan dasar bahwa semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai manusia.

Seperti yang ada di UUD 1945 pasal 27 ayat 1 yang berbunyi :

“setiap warga negara memunyai kedudukan yang sama dalam hukum dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu tanpa kecuali”

Dan ayat 2 yang berbunyi :

“ tiap tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”

Jadi kesimpulannya adalah memang tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat di Indonesia masih melakukan pelapisan sosial baik secara langsung maupun tidak langsung, namun yang harus kita pertahankan adalah sikap persamaan derajat dimana kita semua adalah sama dan tidak ada bedanya namun tetap harus adanya sikap saling menghargai antara satu dan yang lainnya agar tidak terjadi perpecahan satu sama lain.

sekian artikel singkat saya dengan mata kuliah ilmu sosial dasar di Univ. Gunadarma  sekian dan terimakasih.