Antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan

 
Di postingan saya kali ini membahas tentang  "Antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan" yang merupakan salah satu SAP di tempat saya kuliah di Universitas Gunadarma. Bagi yang belum mengetahuinya bisa di download disini

Apakah itu penduduk?
Peduduk adalah seluruh orang baik yang berasal daerah itu sendiri ataupun yang berasal dari luar yang mendiami  suatu wilayah tertentu.
Lalu apakah itu masyrakat? 
Masyarakat adalah sekumpulan mausia yang tinggal di suatu wilayah yang saling berinteraksi, dan menghasilkan satu nama yaitu kebudayaan.
Kebudayaan itu sendiri adalah suatu tradisi atau adat istiadat yang lahir dan berkembang di suatu kelompok masyarakat.
Di Indonesia sendiri, banyak sekali kebudayaan yang ada, baik dari pakaian, bentuk rumah, bahasa, makanan,tarian,dll. Namun apa yang terjadi saat ini ? memasuki era globalisasi justru kebudayaan kita diambil dan diakui oleh negara lain, lalu dengan bangganya kita menggunakan kebudayaan barat yang  terkenal dengan kebebasannya seperti pakaian yang serba mini, kebebasam sexnya,dll.
                                                                                     
Sebagai masyarakat Indonesia yang menurut saya sangat “kaya” seharusnya kita berbangga dengan kebudayaan sendiri ketimbang bangga dengan budaya negara lain. Sebut saja batik dan rendang, batik yang telah dinobatkan sebagai warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO sedangkan rendang tahun ini dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh lembaga swasta yang melakukan voting melalui facebook, lalu mengapa kita harus malu untuk berpakaian batik karena takut dibilang kuno? Mengapa harus malu untuk melakukan dan melestarikan kebudayaan sendiri di tegah era globalisasi seperti ini? Menurut pendapat pribadi saya sendiri, saya akan lebih malu bila kebudayaan sendiri diambil dan diakui oleh negara lain. Selain itu, banyak kebudayaan yang kalah saing dengan kebudayaan luar karena zaman globalisasi dari segi pakaian,musik,makanan, yag telah berkiblat kepada kebudayaan Barat.

Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa pionir pionir penerus bangsa, sebagai masyarakat Indonesia yang perhatian akan kondisi bangsanya sendiri, janganlah kita melupakan kebudayaan kita sendiri, mari kita lestarikan, mari kita promosikan, mari kita banggakan di tengah tengah zaman globalisasi seperti ini. Tidak harus budaya kita terkenal di dunia, minimal kita bisa mempertahankannya agar tidak punah di negara kita sendiri.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »